PHIS dan Hakka di Daerah Beri Bantuan ke RS di Indonesia: Berjuang Melawan Epidemi Bersama - Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera

PHIS dan Hakka di Daerah Beri Bantuan ke RS di Indonesia: Berjuang Melawan Epidemi Bersama

Sebagai bentuk tindak aktif untuk mengatasi kesulitan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19 saat ini, delapan perkumpulan Tionghoa yang ada di Indonesia, yakni: Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera, Perkumpulan Hakka Jakarta, Asosiasi Meizhou Indonesia, Asosiasi Keluarga Zhang Jakarta, Asosiasi Marga Ye, Asosiasi Penulis Yinhua, Asosiasi Alumni Qunjin, Tim Penyelamatan Mahkota Baru Indonesia bersama-sama menyumbangkan peralatan pelindung medis ke rumah sakit.

Aksi ini dianggap penting untuk dilakukan, karena sejak pecahnya jumlah penderita Covid-19 di Indonesia pada awal Maret, hanya dalam dua bulan, wabah tidak dapat dikendalikan dan menyebar ke seluruh Indonesia. Selain orang yang terinfeksi, yang paling membutuh bantuan saat ini juga adalah staf medis berjuang di garis depan. Kekurangan pasokan medis yang serius menyebabkan gugurnya 40 tenaga medis.

Meskipun pada awal epidemi, setiap masyarakat sudah mengambil tindakan dan secara aktif menyumbangkan uang untuk membantu pemerintah memerangi epidemi, tetapi ketika mereka melihat staf medis dalam situasi yang paling berbahaya dan kurangnya pasokan medis pelindung, delapan asosiasi ini pun kembali meluncurkan sumbangan dan menyiapkan Alat Pelindung Diri atau APD berupa pelindung wajah, kacamata pelindung, sarung tangan, penutup kaki, tisu medis. Selain masker medis, beberapa faceshield ini disumbangkan ke Federasi Pendidikan Cina Indonesia oleh Federasi Jiangxi Hailian, dan kemudian dipindahkan kepada tim oleh Ketua Zheng Jieshan. Selain pasokan medis ini, tim juga menggunakan uang sumbangan yang dikumpulkan untuk membeli ventilator yang sangat dibutuhkan di rumah sakit, dan membagikan makanan bergizi kepada tenaga medis yang bertarung di garis depan.

Selain menghadirkan membagikan bantuan ini ke rumah sakit umum di sekitar Jakarta, bantuan tersebut juga dikirim ke kota-kota terpencil di Indonesia. Ini akan dikirim ke Kupang dan Kota Adambua melalui perusahaan logistik, dan akan diserahkan ke 5 rumah sakit setempat oleh perwakilan dari Perkumpulan Hakka NTT dan Perkumpulan Hakka Atambua, dan disaksikan oleh Ketua Hakka Jakarta.

Pemberian bantuan ini dilakukan pada 7 Mei, yang juga merupakan hari libur. Para wakil dari delapan organisasi ini antara lain Yuan Ni, Li Jinlan, Ye Jingyin, Luo Xiali, Ye Jiuhan, Wang Wenzhen, dan Sophia, semuanya berangkat ke Cikupang, Tangerang, dan memberikan paket bantain ke klinik Cikupa. Secara terpisah, Wang Wenzhen dan Sophia pergi ke rumah sakit lain. Sekelompok dari tim juga datang ke Rumah Sakit Carolus di Jakarta Pusat. Rumah sakit ini adalah rumah sakit dengan perjalanan panjang dalam melawan Covid-19, karena ketika dokter mereka menyelamatkan seorang pasien, seorang dokter meninggal karena terinfeksi.

Keesokan harinya, pada hari Sabtu, 8 Mei, Ye Jinyin dan Ye Hanhan, perwakilan dari Persekutuan Afiliasi Indonesia Li Jinlan, Hall Meizhou Luo Xiali, dan Asosiasi Marga Ye, bersama-sama mengirimkan bantuan ke RSUD Kalideres, RSUD Cempaka Putih, RSUD Tebet, RSUD Tarakan, RSUD Kemayoran. Beberapa peralatan pelindung juga diserahkan oleh guru Wangxi dari Korps Penyelamatan Mahkota Baru Indonesia kepada Pukesmas Semin II Gunung Kidul dan dua rumah sakit Islam di Surakarta.

Pada 13 Mei, pasokan medis dikirimkan ke Lampung, yang selanjutnya diserahkan ke rumah sakit setempat oleh perwakilan dari Yayasan Hakka Metta Sarana Lampung.

Bantuan yang tersisa dari aksi ini dikirimkan secara khusus oleh ibu Jeanne Laksana, Sekjen PHIS kepada Rumah Sakit yang ada di dekat rumah beliau.

”Diharapkan bahwa persediaan ini dapat membantu tenaga medis sehingga mereka dapat bekerja lebih nyaman dan menyelamatkan lebih banyak orang. Saya berharap epidemi akan berlalu dengan cepat, semua orang akan bersatu dan mengatasi kesulitan bersama, dan kembali ke kehidupan kita yang damai dan indah.” tutur Ibu Jeanne kepada Tim Website Hakka Indonesia.

 

Ditulis oleh Ibu Jeanne Laksana, Sekertaris Jendral Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera.

Write a comment