Jalin Persaudaraan, PPHI Hakka Aceh Bawa Budaya Tionghoa Ikuti Koetaraja Festival - Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera

Jalin Persaudaraan, PPHI Hakka Aceh Bawa Budaya Tionghoa Ikuti Koetaraja Festival

Kota Banda Aceh yang dulunya bernama Koetaradja sangat kaya akan sejarah masa lalu, termasuk sejarah perjuangan terhadap penjajahan Belanda.

Hal tersebut dikatakan Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman saat membuka event Koetaradja Fest dengan memukul Rapai Pasee dipanggung utama Taman Sari Bustanussalatin, Jumat (13/12).

Walikota berharap jejak sejarah itu tidak akan hilang dan akan selalu membekas di benak generasi muda Banda Aceh. “Anak-anak kita harus tahu sejarah perjuangan pendahulu-pendahulu mereka. Nenek moyang kita dulu adalah pejuang-pejuang yang sangat heroik,” kata Aminullah.

Pemerintah berharap event yang digelar selama tiga hari ini akan memberi dampak ekonomi, terutama kepada para pelaku UMKM karena diberikan space untuk memamerkan produk-produk mereka.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh, Iskandar menyampaikan Koetaradja Fest 2019 mengusung tema “Mengenal Indonesia dari Koetaradja”. Tema ini diusung untuk membangkitkan ingatan dimana Banda Aceh yang dulunya bernama Koetaradja memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi kemerdekaan Republik Indonesia.

Event ini terdiri dari pameran dimana diisi oleh 10 stand dari berbagai instansi, lembaga dan komunitas yang menampilkan barang-barang traadisional, galeri pejuang, pameran barang-barang antik, pameran kenderaan tempoe doeloe (ontel), komunitas sanggar, pemutaran film dokumenter hingga makanan tradisional atau yang disebut peunajoh Aceh.

Yayasan Hakka Aceh yang merupakan salah satu organisasi Tionghoa besar di Aceh juga mendapatkan undangan untuk mengikuti acara megah ini. Kali ini, Putera Puteri Hakka Aceh ditunjuk untuk mewakili Hakka Aceh untuk ikut berpartisipasi.

Putera Puteri Hakka Aceh menampilkan budaya Opera Beijing, yang merupakan kesenian pertunjukkan tradisonal di Beijing dengan pakaian yang megah dan mewah, termasuk juga pertunjukkan barongsai, liong dan pakaian daerah lainnya yang berasal dari Tiongkok. Perwakilan ini ikut pawai bersama kelompok lain yang mengenakan pakaian tradisional lainnya, benar-benar menunjukkan rasa Kebhinekaan Indonesia.

“Harapan kita, semoga melalui acara ini bisa mempererat rasa persaudaraan, toleransi, kerukunan antar suku, ras, etnis, agama dalam kegiatan kegiatan positif ini. Selain itu juga bisa memperkenalkan budaya, seni Tionghoa dan sebagai pembuktian bahwa daerah Aceh tidak seperti yang dibayangkan oleh dunia luar Aceh.” tutur Aky, Ketua Yayasan Hakka Aceh pada Tim Website Hakka Indonesia.

Tujuan Koetaradja Fest digelar, selain mempromosikan Banda Aceh dengan berbagai event juga untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mengetahui dan mencintai sejarah serta kebudayaan daerahnya sendiri juga untuk meningkatkan roda perekonomian mikro.

Koetaradja Fest ini berakhir pada 15 Desember dengan melaksanakan Karnaval Koetaradja. Pada Karnaval Koetaradja ini akan dihadirkan icon Koetaradja yaitu Po Meurah (Gajah) yang mulai start dan finish di Blang Padang.

Turut hadir pada seremonial pembukaan, Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, Wakil Wali Kota, Zainal Arifin dan unsur Forkopimda Banda Aceh. Tampak juga jadir para Asisten dan sejumlah Kepala SKPK jajaran Pemko Banda Aceh.

Tinggalkan komentarmu di sini