Tulou Hakka: Rumah Tradisional Suku Khek yang Menyimpan Banyak Nilai Budaya - Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera

Tulou Hakka: Rumah Tradisional Suku Khek yang Menyimpan Banyak Nilai Budaya

Saya tidak mengingat dengan jelas sudah berapa kali saya ke Guangdong , tapi saya belum pernah ke Meizhou sekalipun. Meizhou berlokasi di sisi timur laut Guangdong dan dinominasi oleh wilayah pegunungan, jauh dari keramaian kota Guangdong, Shenzhen, Zhuhai. Lokasi geografis yang strategis di Delta Zhujiang dan pemandangan dari sekitar 10 tahun pelaksanaan Reformasi dan Keterbukaan telah menarik mata dan langkah para wisatawan. Jarak dari Meizhou dengan lokasi yang memiliki pemandangan yang indah ini memerlukan waktu perjalanan sekitar 5 sampai dengan 6 jam. Sepanjang perjalanan kita dapat merasakan seperti sedang mengunjungi sebuah taman yang besar dan tidak akan menemukan pemandangan di tempat lainnya. Saat pergi ke Guangdong, Meizhou selalu saya lewatkan.

Tidak datang ke Meizhou adalah sebuah penyesalan.

Pertama kalinya saya datang ke Meizhou adalah menjadi partisipan dalam konferensi Dekan Fakultas Sastra diseluruh dunia. Sebelumnya pemahaman saya tentang Meizhou hanya sangat umum: kampung yang dihuni oleh keturunan Tionghua, tempat tinggal dan berkumpulnya orang Hakka, kampung halaman dari Qiu Wangli, dan Laksamana Ye Jianing. Setibanya di Meizhou saya baru sadar bahwa Meizhou selayaknya buku yang besar dan harus dibaca dengan teliti dan dipahami dengan mendalam.

Meizhou disebut sebagai kota Hakka Dunia. Sejarah mencatat sejak dari dinasti Jin Timur (317-420SM), dalam periode lebih dari 1500 tahun, untuk menghindari dari kekacauan perang, masyarakat Han dari Tiongkok daratan telah menjalani migrasi besar ke arah selatan lebih dari lima kali. Mereka menetap di Jianxi, Fujian, Guangdong, Xizhuan dan kota kota lainnya serta membentuk sebuah kelompok etnis unik dalam bangsa Tiongkok. Kelompok etnis ini selanjutnya disebut sebagai orang Hakka. Meizhou menjadi sebuah tempat tinggal utama berkumpulnya orang Hakka. Budaya Hakka secara nyata dan menonjol ditunjukkan di Meizhou. Sehingga, jika kita ke Meizhou, kemewahan dan keunikan dari budaya Hakka yang ditunjukkan sangat layak untuk dipertimbangkan.

Salah satu symbol utama dari orang Hakka adalah tempat tinggalnya. Reputasi dari Tulou di Yongding, Fujian sangat baik, Tulou juga telah dimasukan di dalam daftar World Heritage. Weiwu, Weilongwu dari Meizhou dan Tulou dari Yongding adalah terobosan yang besar sebagai bangunan yang dihuni orang Hakka. Berdasarkan statistik, Meizhou terdapat 20000 Weilongwu Hakka yang tersebar di seluruh kota, secara umum memiliki sejarah dari 200-300 tahun hingga 500-600 tahun. Bangunan dengan keunikan seperti ini seolah olah dapat menceritakan ke wisatawan sejarah masyarakat Hakka yang unik.

Weiwu dan Weilongwu ini memberikan saya kesan yang sangat mendalam, khususnya pada karakter “wei 围”. Mereka secara berlapis hidup berdampingan, membentuk formasi dengan pola yang terisolasi. Fungsi pola tersebut adalah untuk perlindungan. Mudah dibayangkan, orang Hakka melewati gunung dan lembah bermigrasi dari Tiongkok Daratan, setelah membangun tempat tinggal di daerah yang sebenarnya miskin, tentu perlindungan diri adalah hal yang utama. Karena alasan untuk berlindung dari hewan buas, hantu gunung, tentara, penjahat, pencuri, dan menghindari pertengakaran dengan musuh pribadi, mereka tanpa henti berjaga-jaga dengan tingkat penjagaan tertinggi. Di dalam hutan dan pegunungan, dari beberapa tempat tinggal masyarakat dengan struktur Weiwu yang kecil, menjadi sebuah takdir bagi mereka untuk saling mendukung dan membangun daerah mereka sendiri.

Konsep hidup yang melingkupi Weiwu ini, yaitu kesatuan hati dan pikiran, begantung satu sama lain hingga akhir, berbagi suka dan duka, serta jaya dan susah bersama adalah semangat bersatu dari suku Hakka. Tak diragukan lagi, hal ini memberikan dampak untuk kestabilan dan pengaturan di kelompok Hakka. Dapat dibayangkan, tempat tinggal masyarakat yang terlindungi dari dunia luarini tapi sangat terbuka terhadap orang-orang di dalamnya. Jika dibandingkan dengan kampung halaman saya di Guanzhong, Shanxi, desa yang menjadikan klan sebagai pembentuk struktur masyarakat, juga memiliki karakteristik ini, yaitu sangat terlindung dari dunia luar, masyarakat petani dan sarjana dari turun temurun tetap stabil, masyarakat yang keluar dari kampung dan menjadi menteri atau melakukan bisnis juga tidak banyak. Bagi mereka, menetap di kampung halaman dan memiliki hidup yang sederhana dan nyaman, dibandingkan dengan berjaya di dunia luar, tidak perlu sampai memaksa diri, mereka bahkan tidak mau keluar sedikitpun dari kampung halaman mereka, seolah-olah angina dari segala penjuru yang akanmasuk ke desa mereka juga akan dihalangi. Namun di dalamnya, jika di timur desa kedatangan tamu, maka warga di barat desa akan mengetahuinya; menantu siapa yang mampu membuat masakan yang lezat, mertua siapa yang menjahit dengan berantakan, cangkul tua si A, bahkan helaian napas dari si B sedapat mungkin akan diketahui oleh seluruh desa. Di antara masing-masing keluarga, jarang sekali terdapat hal yang disembunyikan. Bentuk kebudayaan yang tertutup dari dunia luar dan terbuka di dalam membentuk sebuah struktur masyarakat yang sangat stabil dan menjadi sebuah elemen dasar yang kuat  dalam masyarakat secara menyeluruh.

Tapi Meizhou dan kampung halaman saya berbeda. Perbedaannya yaitu orang Hakka tidak menjadi penerus keberhasilan para leluhurnya, berani untuk mengambil resiko, hingga mau untuk masuk dan keluar dan beredia keluar seperti keinginan terbesar mereka setelah mereka masuk.

Beberapa rumah Hakka ini juga memberitahu kita transformasi  yang kuat tapi tenang dari konsep orang Meizhou.

Rumah Hakka yang di Meizhou adalah Struktur Bangunan Melingkar, Bentuk Naga Melingkar, Bentuk Aula, Bentuk Perpaduan antara Timur dan Barat, dll. Bangunan rumah dengan Struktur Bangunan Melingkar memiliki 2 tipe, yaitu Bangunan Melingkar Persegi dan Bangunan Melingkar Silindris, yang merupakan satu jenis bentuk bangunan rumah di awal kedatangan orang Hakka ke Meizhou, dengan kekuatan utamanya adalah untuk proteksi diri. Pada masa itu, orang Hakka hidup secara indivudualis dan lemah, tapi setelah datang ke Meizhou, sejalan dengan migrasi suku Han dari Tiongkok Daratan dalam skala besar, dalam jumlah besar orang Hakka telah mengalahkan jumlah populasi warga setempat, bahkan kondisi budaya dan material budaya mereka juga mengalami kemajuan yang pesat, lalu kita pun menemukan perubahan bangunan tempat tinggal Hakka: dari bentuk yang seluruhnya tertutup menjadi bentuk setengah tertutup yang disebut bangunan dengan Bentuk Naga Melingkar. Selanjutnya, juga terdapat Bentuk Aula, Bentuk Perpaduan antara Timur dan Barat, dll yang menjadi bentuk baru bangunan tempat tinggal yang lebih terbuka.

Tinggalkan komentarmu di sini