Iwan Mahatirta Berikan Kuliah tentang Sejarah dan Budaya Hakka di Museum Hakka Indonesia - Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera

Iwan Mahatirta Berikan Kuliah tentang Sejarah dan Budaya Hakka di Museum Hakka Indonesia

Perkumpulan Hakka Jakarta dan Paguyubuan Meizhou Indonesia bekerja sama untuk mengadakan Kuliah Sejarah dan Budaya Hakka yang kali ini dipandu oleh Ketua Museum Hakka Indonesia Iwan Mahatirta pada  pada tanggal 26 Oktober di Taman Budaya Tionghoa Indonesia di Jakarta. Acara kali didukung penuh ooleh Pembina Putera Puteri Hakka Indonesia, Tony Herman yang sangat peduli dengan semakin terbukanya informasi tentang budaya Hakka untuk semua kalangan. Terbukti, dalam acara kali ini. hadir siswa sekolah menengah dari Sekolah Tiga Bahasa Budi Agung Jakarta dan diperkirakan hampir 200 pendengar hadir dan turut serta dalam sharing kali ini.

Acara ini juga diisi dengan sharing mengenai Budaya dan Sejarah Hajja yang diiisi oleh Jeanne Laksana selaku Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera,  Xu Anzhi dan Ye Jingyin.

Dalam kuliah ini diceritakan bahwa Hakka berasal dari suku Han dari Dataran Tengah Tiongkok bagian utara. Dataran Tengah, yang disebut Henan sekarang ini, Hebei, Shandong, Shanxi, dan Shaanxi, telah merasa terancam oleh perang dan bencana alam datang secara bersamaan. Dan setelah enam migrasi besar, nenek moyang Hakka pertama kali bermigrasi pada era Dinasti Jin (317-589). Kemudian, pada Dinasti Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan (907-960), yaitu  pada masa Xiongnu, Xianbei, Yi, Sui, dan Yi berada dalam kekacauan, dan masyarakat pun merasa tidak bahagia.

Hingga akhirnya pada akhir abad ke-19, para petani dikalahkan dan melarikan diri melalui jalur laut, dan mereka melarikan diri ke luar Tiongkok hingga ke Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Serikat. Di wilayah perantauan, ada yang menjadi pekerja kasar dan dipekerjakan sebagai penambang dan pertanian untuk periode kolonial sehingga ini pun menjadi menjadi migrasi besar keenam.
Uniknya dalam migrasi kali ini, banyak imigran keturunan dari Tiongkok telah diakui keberadaannya, dan mereka diakui sebagai bagian dari ‘tamu atau 客’ yang datang ke wilayah mereka, sehingga muncullah asal mula istilah “Hakka atau 客家”.

Dalam perkembangannya, keturunan Hakka di Indonesia juga sudah mengalami banyak perkembangan. Hingga hari ini, ada keturunan Hakka yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia dan berkontribusi banyak untuk kemajuan masyarakat Indonesia. Selain itu dari waktu ke waktu juga banyak dosen dan tokoh luar negeri yang datang ke Indonesia untuk mencari tahu tentang sejarah dan budaya Hakka untuk ribuan pulau di Indonesia, mempelajari budaya kaya dari Hakka tentang dialek, lagu daerah, sastra, pendidikan, sejarah wanita, rumah tradisional, makanan khas, semangat Hakka, sastra Hakka, selebriti Hakka, dan sebagainya. (Foto: Qiu Sheng)

雅加达客属联谊会和印尼梅州会馆联办

李世镰主讲《客家历史与文化讲座》

【本报讯】雅加达客属联谊会和印尼梅州会馆于26日,在雅加达印尼美丽缩影公园印尼华人文化公园联办由印尼客家博物馆馆长李世镰主讲《客家历史与文化讲座》。这是得到印尼客属联谊总会青年组何伟赞主席为首支持的活动,甚受各界的热烈关注。

印尼华人文化公园创意即印华百家姓协会前总主席熊德怡,还有印尼大学前教授欧阳纯美博士、文化学者马金祥、华社宗亲会主席叶纪鳌、廖世隆等均出席。雅加达崇德三语学校高中学生也组团参加。估计近200嘉宾热烈与会。

印尼客联总秘书长袁霓,她兼任雅加达客属联谊会副主席、印尼梅州会馆副主席为这次文化活动主持,并由徐安智、叶静银担任司仪。

客家人由来源自中国北方中原地带的汉族。中原包括现今的河南、河北、山东、山西、陕西,因战乱、灾难及时当权的追缉,几经六次的大迁徙,以其首次迁徙于晋朝(317-589)康元年八王之乱,随之“五胡乱华”即匈奴、鲜卑、羯、羌、氐族作乱,民不聊生。直至最后于19世纪,战败一并穷农民,远洋过海逃离国外,到东南亚、欧洲、美国等地。此中也有为殖民时期被雇用为矿工、农园等外劳。成为列第六次的大迁徙。

此中于迁徙之中,因为要区别,众多移民有被认,也受承认为客人与主人之分,即成为“客家人”的来历。

之后,有主讲客家前来印尼千岛史记、客家文化;方言、山歌、文艺、教育、妇女、民居、美食,还有客家精神、客家文学、客家名人等应有尽有。诚为客家丰富文化精彩讲座。(图文:丘生)

Write a comment