Konferensi Hakka Dunia ke-30 Sedang Dilaksanakan di Malaysia - Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera

Konferensi Hakka Dunia ke-30 Sedang Dilaksanakan di Malaysia

Beberapa pengusaha dan pemimpin politik diberikan penghargaan atas prestasi mereka di Konferensi Hakka Dunia ke-30, yang kedua kalinya pertemuan itu diadakan di Malaysia.

Secara keseluruhan, lima Penghargaan Kepribadian Hakka Global yang Luar Biasa dan 21 Penghargaan Hakka Malaysia yang Luar Biasa diberikan kemarin bagi mereka yang berkontribusi signifikan bagi masyarakat.

Memimpin daftar adalah pendiri dan ketua Sunway Group Tan Sri Jeffrey Cheah, yang memenangkan kedua penghargaan.

Mereka yang menerima Penghargaan Outstanding Hakka Malaysia termasuk pendiri dan ketua grup eksekutif Tomei Tan Sri Dr Ng Teck Fong, direktur pelaksana dan CEO Gadang Holdings Bhd, Tan Sri Kok Onn, CEO Kepong Bhd Kuala Lumpur Tan Sri Lee Oi Hian, mantan MP dan menteri Peter Sri Sri Chin Fah Kui, mantan menteri Tan Sri Chor Chee Heung, mantan wakil presiden MCA Tan Sri Wong See Wah, dan mantan MP dan presiden MCA Datuk Seri Liow Tiong Lai.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah presiden MCA Datuk Seri Dr Wee Ka Siong.

Sudah dua dekade sejak Malaysia terakhir menjadi tuan rumah Konferensi Hakka Dunia yang diadakan 2 tahun sekali ini.

Pertemuan akbar ini mengundang ribuan Hakka dari seluruh dunia datang berkumpul untuk mempromosikan pertukaran budaya dan kerja sama ekonomi.

Presiden Federasi Asosiasi Hakka Malaysia (FHAM) Datuk Steve Chong Yoon On, yang menyampaikan pidato singkat di Konferensi Hakka Dunia kali ini, mengatakan bahwa fleksibilitas adalah sifat yang kuat di antara Hakka.

“Konferensi dua tahunan telah berjalan jauh sejak didirikan hampir setengah abad yang lalu. Jumlah peserta juga telah berkembang pesat selama bertahun-tahun. Saya meminta semua orang untuk serbaguna seperti yang dikatakan dalam idiom Tiongkok, san tou liu bi (secara harfiah memiliki tiga kepala dan enam lengan). Mari kita terus beradaptasi untuk menjadi lebih besar sambil tetap relevan dengan berlalunya waktu dan berusaha untuk menjaga tradisi kita tetap hidup,” katanya.

Chong, yang juga merupakan ketua penyelenggara konferensi, mengatakan acara akbar itu merupakan bukti keunikan komunitas Hakka.

“Malaysia adalah rumah bagi sekitar 1,8 juta Hakka, dan ini adalah salah satu populasi Hakka terbesar di kawasan Asia Tenggara. Menjadi tuan rumah acara ini adalah pertunjukan kekuatan dan persatuan yang luar biasa. Itu juga menggambarkan tekad kami dalam mempromosikan cara hidup dan budaya Hakka secara berkelanjutan ke dunia,” katanya.

Bertema “The World Hakka: Berkelanjutan dan Sejahtera”, konferensi tiga hari ini mencakup ekstravaganza budaya yang menampilkan makan malam gala besar dengan pertunjukan rakyat Nanyang Hakka, musik, pameran, dan sejumlah kegiatan lainnya.

Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad, yang membuka konferensi Hakka Dunia 20 tahun yang lalu, juga diundang untuk melakukan hal yang sama kemarin.

Namun, karena ia berhalangan, maka Beliau pun membagikan pesan video untuk meresmikan jalannya konferensi.

“Sungguh nostalgia, jika tidak deja vu, bagi saya untuk menulis beberapa pemikiran untuk Konferensi Hakka Dunia ke-30. Malaysia terpilih untuk menjadi tuan rumah konferensi Hakka Dunia tahun ini dan di sini saya kembali diundang untuk meresmikannya, seperti yang saya lakukan dua dekade lalu. Dunia telah berubah dan begitu pula Malaysia,” pesan Dr Mahatir Mohammad dalam video tersebut untuk seluruh Hakka yang hadir.

 

Tinggalkan komentarmu di sini