Qi Hu Zuo Ma 骑虎作马: Naik Harimau Sebagai Kuda - Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera

Qi Hu Zuo Ma 骑虎作马: Naik Harimau Sebagai Kuda

Ada suatu ungkapan yang sangat populer dalam bahasa Mandarin 骑虎难下qi hu nan xia, artinya ‘Menunggang harimau sulit turun’. Konon kisah di balik ungkapan ini adalah seorang pemburu binatang di hutan yang berjumpa dengan harimau. Karena ketakutan sang pemburu naik pohon untuk melindungi diri, Namun dahan patah karena tidak kuat. Sang pemburu itu terjatuh di atas punggung harimau. Karena ketakutan yang luar biasa maka sang pemburu memegang erat harimau. Sang juga harimau panik, makin kencang larinya hingga masuk kampung. Orang-orang kampung yang melihat berdecak kagum. Betapa hebatnya pemburu tersebut dengan gagah berani menunggang harimau. Sebenarnya pemburu berpegangan erat tidak berani turun adalah demi keselamatan nyawanya.

Kisah ini seperti halnya cerita tentang menyelamatkan orang yang jatuh dari kapal dan tenggelam di laut. Orang yang sebenarnya tidak punya keberanian, tapi karena ada yang mendorongnya dari belakang hingga dia juga jatuh ke laut, terpaksa menolong orang yang terggelam tadi. Lalu banyak orang yang kagum atas keberaniannya yang sebenarnya terpaksa dilakukannya.

Mungkin berdasar kiasan 骑虎难下qi hu nan xia, orang orang Hakka di daerah Kalimantan Barat memiliki kiasan Hakka yang sering diucapkan 骑虎作马qi hu zuo ma atau zuo hu zuo ma qi “Menunggang harimau sebagai kuda”. Kiasan ini artinya: Sangat beresiko memberikan kepercayaan pada seseorang yang berbahaya atau memiliki karakter yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Sebagai contoh, jika kita memberi kepercayaan pada seseorang untuk mengkaryakan mobil kita jadi taxi online dengan harapan kita bisa mendapat tambahan pemasukan. Lalu datanglah kawan kita dan berkata bahwa orang tersebut tidak bisa dipercaya, qi hu zuo ma – jangan macan dijadikan kuda. Artinya mobil yang kamu pinjamkan untuk usaha itu beresiko untuk disalahgunakan, bahkan bisa dibawa lari atau dijual.

Ungkapan tersebut juga bisa dipakai untuk merendahkan orang dengan menganggap sebagai hewan liar yang tidak bisa dikendalikan oleh tuannya, dalam konteks bos dengan karyawannya. Jika diberi tanggung jawab dalam pekerjaan tersebut suatu kelak dia akan memangsa yang memberikan pekerjaan.

Kiasan骑虎作马qi hu zuo ma memang tidak sepopuler 骑虎难下qi hu nan xia yang merupakan ungkapan dalam sastra Tionghoa. Kiasan qi hu zuo ma ‘Menunggang harimau sebagai kuda’ adalah kearifan lokal Hakka daerah Kalimantan Barat. Selain dirasa perlu untuk melestarikan kiasan Hakka agar tidak punah karena jaman, kiasan itu juga masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Juga sebagai pengingat agar kita berhati hati dalam mengambil keputusan

Di dalam suatu rapat dewan pengawas sebuah organisasi besar, ada sebuah topik yang membahas tentang pemilihan ketua umum baru. Ada yang berpendapat para calon ketua yang ada semuanya sangat baik dan kompeten. Hanya yang perlu dilihat adalah siapa yang ditunggangi atau menunggang mereka. Ada kepentingan apa di balik ambisi mereka mendukung calon ketua tersebut. Salah satu pembicara mengungkapan dalam bahasa Jawa: “Yen ono sing numpak macan, wedine ora iso ngendalike macane”. Ia memberikan ilustrasi macan adalah hewan buas, tentunya sangat berbahaya bagi yang menaikinya. 

Di dalam organisasi, qi hu zuo ma juga bisa diartikan pemanfaatan orang demi mencapai suatu kedudukan tertentu. Segala cara dihalalkan untuk mencapai tujuannya meskipun cara itu membahayakan. Yang penting bisa berkuasa dulu, hal lain bisa diatur kemudian.

Apakah kelak kita sanggup untuk menjinakkan hewan buas tersebut? Bukankah sering kita dengar berita pemelihara hewan buas akhirnya dimangsa oleh hewan peliharaannya sendiri.

Janganlah hidup kita direndahkan oleh perilaku-perilaku seperti: tidak dapat dipercaya dalam hal tanggung jawab maupun integritas; ingin menguasai hak maupun milik orang dengan cara memutar balikkan fakta; menguasai milik orang lain yang dipinjamkan atau dipercayakan untuk kita kelola.

Pemimpin organisasi masyarakat (ormas) harus memiliki integritas dalam kepemimpinan yang dipercayakan. Harus memiliki hati ‘kuda’ yang membawa ormas tersebut sampai ke tujuannya, bukan hati ‘macan’ yang menerkam di tengah jalan.

Mari bertindak bijak dalam memilih pimpinan organisasi kita, yang akan menuntun kita ke era yang lebih baik.

骑虎作马 

(骑虎作为马)

 

有个汉语成语骑虎难下,意思是骑在虎身很难下来,比喻陷于进退两难的境地。据说有个猎人在森林里遇见老虎,由于害怕,猎人爬树自卫,但是树枝断裂,猎人落在老虎背上。猎人极度恐惧,紧紧抓住老虎。老虎惊慌失措,疾速进入村庄,村民们看他骑在虎背上感到很惊奇,以为猎人多勇敢多伟大呀!实际上,猎人是为保全生命而不敢下来的。

这个相似的故事:有人拯救从船上掉下沉入海底的人的故事。其实他并不是一个勇敢的人,是因被人推进海里被迫拯救溺水的人。然而,许多人误以为他舍己救人而感到钦佩不已。

也许根据骑虎难下的寓言,西加里曼丹地区的客家人就有“骑虎作马”或“骑虎如马” 的比喻:信任一个危险或不负责任的人是冒险的。

举个例子,如果我们将自己的车信靠给他人使用在在线出租车,想获取额外钱,朋友会劝导你说“骑虎作马”,意思是说,别太信任他人:他会滥用、带走甚至出售你的车的风险。

用“骑虎作马”比喻老板与员工的关系:老板认为员工是无法被主人控制的野生动物,如果在工作上只信靠他们,总有一天他们会反扑的。 

骑虎作马不比中国古典骑虎难下流行。“骑虎作马”是西加里曼丹客家人的明智。它除了有必要被保存外,同时也防止被时代淘汰的可能,至今用它作比喻仍然是可行的,它提醒我们做任何决定要慎重考虑。 

在一个组织监事会会议上,在讨论选举主席的问题上,有人认为现有的主席候选人都很优秀称职。需要考虑的是未来的主席是位勇士还是位被人驱使的人。有位发言人用爪哇话透说:“Yen numpak macan,wedine ora iso ngendalike macane”。意思是:怕的骑虎不能控制虎。

在组织中,骑虎作马也可以解释为,不择手段达到自己的目标,使用他人为自己定位。不是听说过很多“养虎为患”的故事吗。

生活中我们别贬低自己: 确保领导者的责任感和诚信度;别通过扭曲事实捞取人民的权利和财产;别滥用借出或托付给我们管理的他人的财产。

领导者必须保持诚信,必须有个“马”的心,将群众组织带到目的地,而不是中途袭击的“老虎”心。

让我们明智地选择我们的领导者,这将带领我们走向更美好的时代。

Tinggalkan komentarmu di sini