Komisi Wanita Hwie Tiauw Ka Mengadakan Baksos - Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera

Komisi Wanita Hwie Tiauw Ka Mengadakan Baksos

Pengurus dan anggota Komisi Wanita Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya mengadakan kunjungan baksos ke Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) yang belokasi di Jalan Semolowaru Utara dan Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta  yang berlokasi di Jalan Gebang Putih Surabaya. Kunjungan ini diadakan untuk memperingati Hari Penyandang Cacat Sedunia pada 3 Desember 2015. Tepat pukul 7 pagi kemarin (14/12), rombongan Komisi Wanita Perkumpulan Hwie Tiauw Ka melaksanakan kunjungan ini dengan membawa sembako, paket bingkisan makanan dan minuman, serta buku tulis.

Ketua YPAC Surabaya, Rahma Faiq menyambut rombongan di aula bersama 73 siswa-siswi  dari tingkat TK hingga SMA dan para guru di YPAC Surabaya. Rahma menjelaskan bahwa YPAC Surabaya telah berdiri sejak 1986 dan memiliki sebuah sekolah untuk anak berkebutuhan khusus dengan 40 tenaga pengajar dan 15 tenaga medis yang memiliki tujuan untuk melatih anak-anak penyandang disabilitas agar dapat tumubuh menjadi anak yang mandiri.

“Siswa-siswi kami banyak yang meraih prestasi tingkat nasional dan internasional. Kami memohon kepada masyarakat, jika memiliki putra dan putri yang menyandang disabilitas jangan menyembunyikan keberadaan anak anda. Sekolahkanlah mereka agar mereka pandai dan mandiri. Mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak pada umumnya,” tutur Rahma. Ia mengakui bahwa dana penyokong YPAC Surabaya diperoleh dari pemerintah dan uang pribadi dari anggota yayasan yang mayoritas adalah ibu tumah tangga.

Ketua Komisi Wanita Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya, Meliana menghimbau agar anak-anak disabilitas terus bersemangat dengan bimbingan pengajar. “Kami Perkumpulan Hwie Tiaw Ka terus memberi perhatian kepada anak-anak, guru dan pengurus YPAC. Keterbatasan fisik bukan halangan untuk menggapai cita cita. Di Tiongkok pun ada gadis berusia 3 tahun yang terpaksa kehilangan kakinya tapi menjadi juara renang Pra Olimpiade 2012 di Inggris. Masih banyak prestasi yang diraih di berbagai bidang walau memiliki keterbatasan,” jelas Meliana.

Kemudian seluruh anggota dan pengurus Komisi Wanita Perkumpulan Hwie Tiaw Ka membagi paket bingkisan kepada seluruh pengajar dan guru, sedangkan sembako dan uang diterima oleh Wakil Ketua YPACC.

Rombongan selanjutnya menuju Yayasan Pendidikan Anak-Anak Tuna Netra. Para murid SMP dan SMA yang berjumlah 33 orang dan 11 orang guru menyambut rombongan di aula.  Para guru dan murid menyanyikan lagu-lagu Mandarin bersama, diiringi band sekolah yang dimainkan oleh murid tuna netra. Salah satu guru pengajar musik, Risky yang masih tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Surabaya semester akhir sering tampil di Tiongkok. Risky pula yang mengajar anak-anak menyanyi lagu-lagu berbahasa Mandarin.

Ketua Komisi Wanita Perkumpulan Hwie Tiuw Ka Surabaya, Meliana lantas menyerahkan sumbangan berupa uang kepada seorang guru bernama Ryan Syuhadi yang mewakili pihak yayasan. Kemudian seluruh anggota komisi wanita tersebut membagikan paket makanan dan minuman untuk para pelajar dan guru.

Meliana berpesan agar anak-anak selalu percaya diri sehingga mampu meraih prestasi dan berguna untuk orang lain. “Kalian anak-anak yang hebat dan menjadi kebanggan keluarga serta masyarakat. Untuk itu raihlah prestasi sebanyak mungkin,” pinta Meliana dengan haru.

Dalam kunjungan baksos turut menyertai juga Ketua Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya, Benny Syaiful dan wakil ketua Alie Handojo dan anggota lain.

Tinggalkan komentarmu di sini